>>> Intel Kenalkan Project Firefly untuk Laptop Murah Berdesain Premium

Munawir menegaskan bahwa pendidikan di era digital harus mampu mengintegrasikan teknologi dengan pembinaan karakter.

Tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan generasi yang unggul secara akademik dan intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, etika, serta tanggung jawab sosial.

"Era digital menuntut inovasi dalam dunia pendidikan, tetapi transformasi tersebut harus tetap berlandaskan nilai karakter dan etika.

Pemikiran Al-Ghazali dan Ibn Khaldun memberikan fondasi yang kuat untuk mewujudkan Pendidikan Agama Islam yang relevan dengan perkembangan zaman," katanya.

Keikutsertaan Munawir sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional tersebut menjadi bentuk kontribusi akademisi Indonesia dalam memperkaya diskursus pendidikan Islam di tingkat global.

Partisipasi ini juga memperkuat posisi UMSU dalam jejaring akademik internasional dan menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Munawir menekankan pentingnya dosen untuk terus memperluas jaringan akademik dan kolaborasi internasional guna menghadapi tantangan perguruan tinggi yang semakin kompetitif.

Aktivitas akademik internasional juga berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pada aspek rekognisi dan kerja sama internasional.

Konferensi IConiCS 2026 menjadi wadah strategis bagi akademisi dari berbagai negara untuk bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi riset, serta merumuskan inovasi pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

>>> Pemprov NTB Resmi Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan 2026

Para peserta didorong untuk mengembangkan model pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama, etika, dan kemanusiaan.