Potensi ekonomi Iran dinilai sangat besar pada berbagai bidang, termasuk petrokimia, pertambangan, pariwisata, hingga pertanian.

Dana investasi baru ini akan dibentuk dan mulai beroperasi setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan final.

Mekanisme ini berjalan terpisah dari negosiasi pencabutan sanksi AS dan pembebasan aset Iran yang dibekukan.

Setelah memorandum of understanding (MoU) ditandatangani, administrator dana memiliki waktu 60 hari untuk menyusun rencana investasi. Waktu tersebut juga digunakan untuk mengidentifikasi proyek yang akan dibiayai.

Akses Dana Bergantung pada Kepatuhan Iran

Iran dapat mengakses dana rekonstruksi yang didukung negara-negara Teluk tersebut dengan syarat mematuhi kesepakatan dengan Washington. Persyaratan ketat tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden AS, JD Vance.

"Persyaratan tersebut mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghapusan persediaan bahan nuklir yang diperkaya, serta penerimaan rezim inspeksi dan pengawasan yang ketat," kata JD Vance.

Sejumlah perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan AS telah menyatakan komitmen pendanaan. Namun, rincian mengenai identitas serta besaran kontribusi masing-masing perusahaan belum diumumkan.

Negosiator AS dan Iran diperkirakan akan melanjutkan pembahasan mengenai isu nuklir, sanksi ekonomi, dan keamanan kawasan.

>>> Harga Minyak Mentah Dunia Bangkit Imbas Ketidakpastian Damai AS dan Iran

Proses diskusi ini akan berjalan selama 60 hari ke depan sebelum kesepakatan final ditandatangani.