Pelaksanaan puasa di bulan Muharram tidak harus berurutan. Ibadah ini bersifat sunnah sehingga dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Berikut bacaan niat puasa Muharram: "Nawaitu shaumal Muharrami lillahi ta'ala" (Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala).

Niat puasa Tasua: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatil tasu'a lillahi ta'ala" (Aku berniat puasa sunah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala).

Niat puasa Asyura: "Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnati asyura lillahi ta'ala" (Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala).

>>> José Manuel López Resmi Masuk Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026

Bulan Muharram penuh keberkahan. Mengisi waktu dengan puasa sunnah menjadi amalan yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.