Saham Konglomerat Menguat Tajam

Di sisi lain, sejumlah saham milik konglomerat raksasa tercatat mengalami penguatan tajam yang sejalan dengan kenaikan IHSG.

Deretan saham ini sebelumnya sempat tertekan menyusul rencana pengumuman dari MSCI dan FTSE.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa saham-saham tersebut kini memiliki nilai valuasi yang sangat menarik.

Kondisi ini terjadi setelah harga saham mereka mengalami penurunan atau downtrend yang cukup dalam.

Sebagai contoh, emiten milik kongsi Grup Bakrie dan Salim berhasil melesat hingga 24,53% ke harga Rp 660 per lembar saham pada perdagangan kemarin.

Langkah serupa juga diikuti oleh PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA) kepunyaan Prajogo Pangestu yang menguat 13,51% ke posisi Rp 2.100 per saham.

>>> Anime Tokyo Revengers Musim Keempat Tayang Oktober 2026

Selanjutnya, saham perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), ikut meroket 13,37% ke harga Rp 390 per saham.

Tidak ketinggalan, badan usaha milik negara PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menguat 9,82% menjadi Rp 3.130 per saham.

"Dengan adanya saham-saham yang sudah terkoreksi cukup signifikan pada periode-periode sebelumnya, begitupun juga terdapat katalis positif dari meredanya risiko geopolitik global, maka valuasi saham-saham tersebut sudah sangat menarik bagi investor untuk melakukan akumulasi," ungkap Nafan.

Nafan menilai situasi ini menjadi indikator awal mulai pulihnya optimisme investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Aktivitas pembelian oleh asing atau foreign buy juga sudah mulai terlihat meski belum terlalu masif.

"Itu sebenarnya sudah mencerminkan bahwa sudah mulai kembalinya optimisme dan juga berkurangnya sikap risk of investor global.