Bandara Viracopos di Campinas melonjak 62 peringkat ke urutan 11 dunia dengan nilai 8,15 setelah mencatat rekor pergerakan 12,8 juta penumpang pada 2025.

Melengkapi daftar 20 besar, Bandara Galeão di Rio de Janeiro berada di peringkat 16 (nilai 8,12), Bandara Salvador di peringkat 17 (nilai 8,10), dan Bandara Tancredo Neves di Belo Horizonte di peringkat 19 (nilai 8,08).

Di luar 20 besar, Brasil juga menempatkan Bandara Afonso Pena Curitiba di peringkat 22, Hercílio Luz Florianópolis di peringkat 24, dan Congonhas São Paulo di peringkat 30.

Sementara itu, performa terendah untuk Brasil tercatat di Bandara Salgado Filho Porto Alegre (peringkat 68) dan Bandara Internasional Guarulhos São Paulo (peringkat 99).

Direktur Jenderal AirHelp di Brasil, Luciano Barreto, menilai regulasi nasional sudah memberikan perlindungan kuat bagi konsumen melalui Kode Perlindungan Konsumen dan aturan Anac.

Namun, ia menyayangkan banyak penumpang belum mengajukan kompensasi karena kurangnya pemahaman regulasi.

Meski mendapat evaluasi tinggi, beberapa bandara masih menghadapi titik kemacetan lokal.

>>> Kemenkeu Pangkas Sekat Birokrasi Demi Sinergi Pajak dan Bea Cukai

Di Bandara Fortaleza, area tepi jalan atas untuk keberangkatan dan kedatangan sering memicu antrean kendaraan, kapasitas parkir tertutup minim, dan frekuensi angkutan VLT perlu dipersingkat menjadi di bawah 10 menit.