Ia bertekad membatasi interaksi dengan opini publik di media sosial demi menjaga performa. "Saya akan berusaha sebisa mungkin kebal.

Kami mendengar apa yang dikatakan tentang kami, tetapi itu tidak boleh memengaruhi penilaian kami. Insting biasanya benar.

Saya akan menjauh dari media sosial selama turnamen," ujarnya.

Mengingat sejarah pertemuan Prancis melawan Senegal yang pernah mengejutkan pada 2002, Tchouaméni mewaspadai motivasi tinggi lawan. "Selain Senegal, kami tahu timnas Prancis sangat dinantikan lawan.

Kami harus berhati-hati karena tidak ingin menjadi bagian dari sisi buruk sejarah. Kami harus siap sejak awal," tegasnya.

Ia merespons hasil minor Prancis dalam laga uji coba melawan Pantai Gading. "Itu tidak mengkhawatirkan.

Kami kalah, ada yang perlu diperbaiki, tetapi pertandingan itu tidak mendefinisikan tim. Kami akan siap pada hari H. Kualitas tim adalah kepercayaan diri kami.

Ini adalah pengingat kecil. Pelatih menekankan kerendahan hati selama persiapan.

>>> Real Madrid Masih Buru Bek Tengah Usai Rekrut Empat Pemain

Kami harus sangat rendah hati," pungkas Tchouaméni.