"Pada paruh kedua musim lalu saya mulai meningkatkan level. Musim ini penampilan saya di pertandingan penting juga membantu.

Bermain tetap di lini tengah menjadi kunci.

Saya dikritik saat bermain sebagai bek tengah, dan saya menjawab itu bukan posisi alami saya, tetapi orang tidak selalu mempertimbangkannya.

Saya tidak masalah dengan kritik," ujarnya.

Beralih ke level internasional, Tchouaméni yang kini menjadi salah satu pilar senior di bawah asuhan Didier Deschamps membeberkan perannya dalam menjaga stabilitas mental skuad menjelang turnamen besar.

"Saya berusaha membuat semua orang setenang mungkin. Ketenangan sangat penting di awal kompetisi.

>>> Chelsea dan Arsenal Bersaing untuk Bek Crystal Palace Maxence Lacroix

Kelebihan grup ini adalah kami saling mengelola dengan baik," katanya.

Ia menambahkan bahwa posisi pemimpin di skuad Les Bleus menuntutnya menjadi jembatan yang menyatukan seluruh elemen tim.

"Mampu menyampaikan nilai-nilai tim, membantu rekan setim menjadi lebih baik, tersedia untuk tugas apa pun, dan menjadi penghubung antara semua," jelas Tchouaméni.

Target Juara dan Kewaspadaan Hadapi Senegal

Diario AS melaporkan bahwa Tchouaméni juga membahas target tinggi bersama Real Madrid. Ia menegaskan tidak bisa menoleransi musim tanpa gelar juara.

"Apakah saya mengizinkannya? Tidak.

Mungkin saja terjadi, tetapi itu akan menyedihkan. Kami memiliki satu kesempatan kecil untuk meraih gelar yang paling indah dari semuanya," ujarnya.

Tchouaméni menyoroti tantangan pertandingan pembuka turnamen besar. "Kami harus menghadapinya dengan setenang mungkin.

Tidak mudah karena ada adrenalin yang harus disalurkan dan persiapan yang harus dicerna. Pertandingan pertama dalam sebuah kompetisi tidak pernah bagus.

Anda bisa menang, tetapi selalu ada hal yang perlu disesuaikan setelahnya. Namun, itu baik untuk membangun kepercayaan diri," katanya.