Berdasarkan data WHO, gangguan sakit kepala telah memengaruhi sekitar 40 persen populasi global.

Di Indonesia, prevalensi migrain diperkirakan mencapai 11 hingga 12 persen populasi, dengan dominasi pada perempuan.

Untuk mendorong deteksi dini, masyarakat dalam kegiatan tersebut mendapat pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan konsultasi medis.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan menjadi fokus utama aksi sosial mereka.

"Migrain sering dianggap sepele, padahal kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari," ujarnya.

>>> Tamu Negara Kunjungi Istiqlal dan Katedral, Simbol Diplomasi Kerukunan

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat sekaligus mendorong deteksi dini berbagai faktor risiko kesehatan melalui pemeriksaan gratis.