Health communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, M. Gizi, AIFO-K, mengimbau masyarakat untuk lebih cermat membaca label nutrisi pada makanan dan minuman kemasan.

Langkah ini dinilai penting untuk mengontrol asupan gula harian dan mencegah risiko penyakit metabolik.

>>> Ramalan Zodiak Hari Ini: Tiga Rasi Bintang Perlu Antisipasi Masalah

Edukasi tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut' yang dilansir dari Detik Health.

Menurut dr Laurencia, batas anjuran konsumsi gula harian adalah 50 gram atau setara dengan sekitar 5 sendok makan.

Banyak produk kemasan di pasaran mengandung gula 20 hingga 29 gram per sajian.

Konsumen diminta tidak hanya melihat angka gula total, tetapi juga membedakan jenis gula tambahan seperti sukrosa dan gula alami laktosa.

Pada label nutrisi, biasanya tercantum gula total yang kemudian di-breakdown menjadi sukrosa dan laktosa.

>>> Capcom Umumkan Ekspansi Monster Hunter Wilds Ascendance untuk Rilis 2027

Sukrosa merupakan gula pasir atau gula tambahan yang perlu diwaspadai jika ingin membatasi konsumsi pemanis.

Sementara laktosa adalah gula alami dari susu yang bersama sukrosa akan diubah tubuh menjadi energi.

dr Laurencia menekankan bahwa yang perlu dikhawatirkan adalah kandungan sukrosa.

Masyarakat yang ingin membatasi kalori dapat memilih alternatif pemanis non-kalori dari bahan alami seperti stevia atau buatan seperti sukralosa.

>>> Lima Dzikir Pendek Pembuka Pintu Pahala Besar bagi Umat Muslim

Informasi jenis pemanis ini biasanya tercantum pada daftar komposisi produk, bukan pada tabel informasi nilai gizi.