Umat muslim memiliki tradisi menulis lafal basmalah sebanyak 113 kali pada tanggal 1 Muharram. Amalan ini diyakini dapat memberikan perlindungan dari Allah SWT sekaligus menjadi sarana menolak bala.

Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.

>>> Uni Eropa Kurangi Ketergantungan Logistik dari Selat Hormuz

Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim, Nabi Muhammad SAW menyebutkan empat bulan haram, yaitu Zulkaidah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.

Asal-usul Amalan Menulis Basmalah 113 Kali

Amalan menulis bismillah 113 kali bukanlah sunnah Rasulullah SAW, melainkan tradisi para ulama terdahulu.

Di Indonesia, kebiasaan ini sudah akrab di kalangan masyarakat muslim, terutama di lingkungan pondok pesantren.

Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al Hindi dalam kitab Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram menegaskan keutamaan amalan ini dapat membebaskan manusia dari marabahaya.

Jumlah 113 kali memiliki alasan khusus.

Imam Muhammad as-Syarbiniy al-Khatib dalam Tafsir a-Sirajul Munir menjelaskan bahwa dari 114 surat dalam Al-Qur'an, 113 surat diawali dengan basmalah, kecuali Surah At Taubah.

>>> FIFA: Shaun Evans Tak Terbukti Lakukan Gestur Kebencian

Tata Cara Menulis Basmalah 113 Kali

Penulisan kalimat bismillah wajib menggunakan aksara Arab. Seseorang harus dalam kondisi suci dari hadas dan menjaga kesucian selama proses menulis.

Penulisan dikerjakan sejak waktu magrib saat awal masuk bulan Muharram hingga magrib di hari berikutnya.

Lembaran kertas hasil tulisan disimpan di tempat aman di rumah atau dibawa saat bepergian.

Selama menulis, dianjurkan menjaga fokus dan tidak menyelingi dengan aktivitas lain seperti mengobrol.

Amalan Lain di Bulan Muharram

Selain menulis basmalah, umat muslim dianjurkan melaksanakan puasa Muharram, membaca doa akhir tahun, dan doa awal tahun.

Menghidupkan malam dengan qiyamul lail serta memperbanyak membaca Al-Qur'an juga dianjurkan.

>>> Prancis Buru Kemenangan Perdana atas Senegal di Piala Dunia 2026

Salat sunnah seperti tahajud dan hajat, memperbanyak zikir, serta puasa Tasua dan Asyura juga menjadi amalan yang baik di bulan Muharram.