Setelah meraih kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, Son Heung-min menolak wawancara di mixed zone dan hanya memberikan salam singkat.

Aksi boikot meluas pada Minggu, 14 Juni, saat wawancara individu gelandang Hwang In-beom mendadak dibatalkan di lokasi latihan.

KFA merilis pernyataan resmi pada Senin, 15 Juni waktu Korea, yang menyesalkan bahasa tidak pantas dari personel media tersebut.

Sekretaris korps pers Piala Dunia Korea Selatan akhirnya mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas pelanggaran etika ini.

Teguran Keras di Hadapan Media Asing

Jurnalis veteran ESPN Meksiko, Jesus Bernal, mengungkapkan bahwa petugas media KFA sempat meminta semua wartawan asing keluar dari ruangan dalam konferensi pers.

Petugas media KFA kemudian memberikan teguran keras secara tertutup kepada jurnalis Korea Selatan yang berada di dalam ruangan.

"Kami bingung ketika disuruh pergi," kata Bernal. "Tetapi kemudian kami mengetahui bahwa petugas media Korea memarahi awak pers mereka sendiri.

Ketegangan di dalam tim sangat terasa," tambahnya.

Meski situasi dengan media memburuk, kondisi ini dilaporkan tidak mengganggu kesiapan bertanding Son Heung-min dan rekan-rekannya.

>>> Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair

Skuad Korea Selatan justru bertekad mengubah atmosfer negatif tersebut menjadi motivasi tambahan di lapangan.