Situasi internal tim saat ini dianggap berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya ketika Bagnaia sukses mempersembahkan dua gelar juara dunia.

"Saya melihat setelah berbagai kejadian musim lalu, hubungan di antara mereka menjadi jauh lebih dingin.

>>> Pemerintah Kumpulkan Rp23,5 Triliun dari Pajak Ekstensifikasi per Mei 2026

Tetapi, Pecco sudah memberikan segalanya dan saya berharap semua orang di Ducati juga melakukan hal yang sama karena peluang untuk kembali menang jelas masih ada," kata Rossi.

Bagnaia Bantah Tudingan

Di sisi lain, tekanan bagi Ducati juga meningkat seiring performa impresif tim Aprilia.

Sementara Marc Marquez yang sempat mengalami cedera di musim 2026 membuat tim kembali bertumpu pada Bagnaia.

Bagnaia menyanggah pendapat mentornya. "Apa yang dikatakan Vale hanyalah asumsi," ujar pembalap Ducati Lenovo itu.

Ia menegaskan bahwa seluruh kru di dalam tim terus bekerja keras demi mengatasi kendala teknis pada motor Desmosedici.

"Dia melihat apa yang saya lakukan di rumah, tetapi dia tidak melihat apa yang dilakukan Ducati," kata Bagnaia.

Pembalap berusia 29 tahun itu mengakui ada kesulitan dalam menemukan setelan dasar motor yang tepat. Hal ini berbeda dengan pencapaian yang didapat oleh Fabio Di Giannantonio.

"Kami semua bekerja keras. Memang jelas setelah musim lalu yang penuh kesulitan besar, kami sedang mencoba menemukan kembali keseimbangan," tutur Bagnaia.

Upaya pencarian solusi terus dilakukan oleh tim mekanik untuk mengembalikan performa terbaik sang pembalap di lintasan.

"Ini tidak mudah karena kami masih belum menemukan setelan dasar motor ini, berbeda dengan Fabio Di Giannantonio. Karena itu kami mencoba semua kemungkinan untuk menemukannya," ucap Bagnaia.

Evaluasi berkala diklaim mulai membawa hasil positif dalam beberapa seri balapan terakhir. "Kami membuat langkah kecil, mungkin sedikit terlambat, tetapi kami mulai menuju ke sana.

>>> Danantara Pastikan Dukungan untuk PT PAL Indonesia Segera Terealisasi

Bagaimanapun, saya merasakan komitmen Ducati di belakang saya," ujar Bagnaia.