Inggris Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial
Kini Ofcom bersinergi dengan pemerintah untuk merumuskan mekanisme verifikasi usia yang efektif dan memastikan kepatuhan platform digital.
>>> ShopBack Salurkan Dana Lebih dari Rp5 Juta per Menit pada Juni 2026
Langkah Inggris ini mempertegas tren global pengetatan ruang digital bagi generasi muda. Sebelumnya, Australia telah menjadi pionir yang menerapkan pembatasan usia pengguna media sosial dalam skala nasional.
Namun, Pemerintah Inggris menilai pendekatan mereka jauh lebih luas karena mencakup pemblokiran fitur-fitur spesifik yang berbahaya bagi anak-anak dan remaja.
Kondisi ini berbeda dengan kebijakan Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Indonesia memilih untuk tidak menerapkan larangan akses total berdasarkan usia tertentu.
Pemerintah Indonesia lebih berfokus pada pengembangan kerangka perlindungan anak lewat regulasi tata kelola platform yang mewajibkan penyelenggara sistem elektronik menyediakan sistem proteksi sesuai klasifikasi usia pengguna.
Melalui penguatan kebijakan digital ini, platform di Indonesia wajib menerapkan penyaringan konten, kontrol orang tua, serta verifikasi usia.
Pendekatan tersebut membagi tanggung jawab perlindungan kepada penyedia platform, pengguna, hingga pihak keluarga.
Perbedaan regulasi ini merefleksikan dinamika global dalam melindungi anak di ranah siber.
Inggris condong pada pembatasan akses langsung ke platform, sedangkan Indonesia lebih mengedepankan tanggung jawab penyedia layanan dan penguatan sistem keamanan internal.
Bagi raksasa teknologi seperti Meta, TikTok, Snap, dan Google, aturan baru di Inggris ini diprediksi menjadi salah satu regulasi paling berat di negara maju.
Beberapa perusahaan teknologi mengkhawatirkan pelarangan total justru memicu anak-anak berpindah ke platform lain yang minim pengawasan.
Sebaliknya, kelompok pemerhati keselamatan anak menilai kebijakan ini sebagai tindakan nyata yang responsif terhadap ancaman digital.
>>> Jepang Desak Israel Tahan Diri dan Tidak Serang Lebanon
Regulasi Inggris ini diperkirakan menjadi referensi penting bagi negara lain yang sedang menyusun draf perlindungan anak di internet.
Update Terbaru
Promo Superindo 28 April 2026: Harga Hemat untuk Ayam, Susu, dan Tisu
Selasa / 16-06-2026, 23:37 WIB
Erajaya Digital Luncurkan TWS Nothing Ear Open Blue di Indonesia
Selasa / 16-06-2026, 23:37 WIB
PT Xolare RCR Energy Tbk Targetkan Laba Rp52 Miliar pada 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Mengenal Tiga Peringatan Penting Setiap Tanggal 8 Mei
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Marcelo Bielsa Coret Luis Suarez dari Skuad Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Manchester City Raih Gelar Piala FA Kedelapan Usai Tekuk Chelsea
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Timnas Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Pemerintah Wacanakan CNG sebagai Alternatif Pengganti LPG
Selasa / 16-06-2026, 23:36 WIB
Didier Deschamps Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Acer Luncurkan Monitor Gaming Predator dan Nitro dengan Teknologi DFR
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Austria vs Yordania: Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Ganti Oli Mobil Anda Mungkin Tertunda Meski Selat Hormuz Dibuka Kembali
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Mengganggu
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Prancis Targetkan Kemenangan atas Senegal di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:34 WIB






