Sebelum terjadi penurunan lalu lintas kapal tanker akibat serangan Iran pada Maret lalu, Selat Hormuz menampung 20 persen pasokan minyak bumi global.

Risiko Keamanan Masih Jadi Sorotan

Meski harga komoditas melandai, pelaku industri pelayaran internasional masih menyoroti risiko keamanan di lokasi tersebut.

Kelompok perdagangan pelayaran global Bimco menilai rincian informasi dan jadwal operasional yang aman di Selat Hormuz saat ini belum memadai bagi kapal dagang.

"Karena minimnya rincian dan adanya riwayat pernyataan yang terlalu optimistis, kami menilai situasi keamanan bagi industri pelayaran masih sangat dinamis.

Saat ini kami masih menganggap terlalu berisiko bagi kapal untuk mulai melintasi jalur tersebut," ujar Kepala Keselamatan dan Keamanan Bimco Jakob Larsen.

Larsen menambahkan bahwa ancaman keberadaan ranjau laut di Selat Hormuz masih menjadi fokus utama.

>>> Anime Vanguard 2.5 Rilis Tier List Karakter Pertahanan Terbaik

Masalah penempatan ranjau oleh Iran di area selat ini sebelumnya juga telah dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada Kongres.