Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 500 pendaki mendatangi Gunung Lawu untuk melakukan tirakatan dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Sura.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Radityo menyebutkan data tersebut berdasarkan pantauan petugas gabungan di Pos Pengamanan Gunung Lawu via Cemorosewu, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan.

>>> Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, Berlaku 1 April

"Sekitar 500 pendaki tercatat melakukan aktivitas di Jalur Cemorosewu. Mereka datang dari berbagai daerah untuk melakukan tirakatan 1 Sura di puncak Lawu," ujarnya di Magetan, Selasa.

Bertepatan dengan 1 Sura, BPBD Magetan bersama petugas gabungan telah melakukan persiapan pengamanan. Pasalnya, jumlah pendaki biasanya meningkat saat momentum tersebut.

Petugas gabungan terdiri dari BPBD Magetan, Kodim Magetan, Polres Magetan, Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya, serta relawan Paguyuban Giri Lawu (PGL).

"Berdasarkan permintaan Perhutani, penjagaan dan pemantauan di Cemorosewu dilakukan mulai 14 hingga 18 Juni 2026," kata Eka.

Asper BKPH Lawu Selatan KPH Lawu dan Sekitarnya Mulyadi menyampaikan Jalur Cemorosewu menjadi primadona karena medannya jelas dan merupakan rute terpendek menuju puncak Gunung Lawu.

"Jalur Cemorosewu memiliki panjang sekitar 6,5 kilometer.

Pendaki biasanya menempuh perjalanan antara lima hingga delapan jam dengan ritme santai untuk menikmati suasana alam," kata dia.

>>> IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Setelah Melesat ke Level 6.254

Meskipun volume kunjungan meningkat, pengelola memastikan para pendaki tetap mematuhi aturan konservasi dan keselamatan.

Pendaki wajib registrasi resmi di basecamp sebelum memulai pendakian dan dilarang melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Aparat kepolisian setempat juga bersiaga melakukan pemantauan agar situasi tetap kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Kapolsek Plaosan AKP Agus Budi mengimbau para pendaki mengedepankan etika, menjaga kelestarian alam, serta saling menghormati sesama pendaki.

"Kami berharap para pendaki menjadikan momentum Suraan ini sebagai ruang untuk saling bersilaturahmi dan menjaga ketertiban, terutama saat berada di titik-titik istirahat maupun di kawasan puncak yang padat," kata dia.

Gunung Lawu setinggi 3.265 meter di atas permukaan laut tersebut bagi masyarakat Jawa pada Bulan Sura tidak hanya sebagai destinasi pendakian, tetapi juga tempat ziarah atau tirakat.

>>> Daftar Hari Libur Nasional Setelah Paskah April 2026

Setiap Sura, gunung di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah itu selalu ramai dikunjungi pendaki.