Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang Engkau kirimkan bersamanya.'

Doa tersebut mencerminkan kepasrahan seorang hamba yang menyadari bahwa keselamatan mutlak hanya berasal dari perlindungan Allah SWT.

Doa Memohon Kesabaran dan Perlindungan

Dampak setelah bencana sering menyisakan rasa cemas, takut, dan sedih. Al-Qur'an mengajarkan doa: 'Rabbana afrigh 'alaina sabran wa tawaffana muslimin.'

Artinya: 'Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri.'

>>> Pemerintah Siapkan Program Kompor Listrik pada 2027 untuk Kurangi Impor LPG

Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kesabaran sejati adalah anugerah yang harus diminta kepada Allah.

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa untuk berlindung dari berbagai kesulitan: 'Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan wal 'ajzi wal kasal wal bukhli wal jubn wa dala'id daini wa ghalabatir rijal.'

Artinya: 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang serta tekanan manusia.'

Hadis riwayat Abu Dawud ini kerap dibaca ulama saat situasi penuh tekanan.

Doa Nabi Yunus dan Sikap Saat Gempa

Doa Nabi Yunus AS sangat dianjurkan saat dalam kesempitan: 'Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh zhalimin.'

Artinya: 'Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau.

Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.'

Imam An-Nawawi menerangkan bahwa perpaduan tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan tolong dalam doa ini menjadikannya kuat dibaca saat tertimpa musibah.

Ajaran Islam menekankan keseimbangan antara doa dan ikhtiar nyata. Langkah awal saat gempa adalah menyelamatkan diri ke lokasi aman sesuai panduan kebencanaan.

Setelah situasi aman, aktivitas spiritual seperti berzikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan mendoakan korban dapat diamalkan. Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebut musibah sebagai momentum mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Hikmah di Balik Musibah

Islam memandang setiap ujian tidak sekadar membawa penderitaan.

Rasulullah SAW bersabda bahwa rasa lelah, sedih, gelisah, hingga duri yang menusuk seorang Muslim dapat menjadi jalan Allah menghapus dosa-dosanya.

>>> Pemerintah Dorong Deregulasi dan Hilirisasi untuk Pulihkan Ekonomi

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim ini menegaskan nilai spiritual besar di balik ketabahan menghadapi ujian. Kesadaran bahwa dunia fana menjadi pengingat untuk memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh.