Melalui susunan 8 kereta ekonomi premium modifikasi, KA Rajabasa kini menyediakan 640 tempat duduk per perjalanan.

Penumpang dapat menikmati fasilitas berupa individual seat dengan arm rest, reclining seat, AC central, dan stop kontak.

Konfigurasi tempat duduk baru ini dirancang lebih nyaman untuk perjalanan jarak jauh.

KA Rajabasa merupakan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang didukung Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

Dukungan tersebut membuat tarif perjalanan tetap ramah di kantong.

Masyarakat dapat bepergian antara Palembang dan Bandar Lampung dengan biaya terjangkau. Untuk rute terjauh Kertapati–Tanjungkarang maupun sebaliknya, harga tiket KA Rajabasa dipatok sebesar Rp 32.000.

>>> Tanjung Verde Tahan Imbang Spanyol di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sepanjang tahun 2025, KA Rajabasa tercatat melayani 686.788 pelanggan.

Sementara pada periode Januari–Mei 2026, layanan ini telah mengangkut 388.190 penumpang, atau naik 38,29 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 280.719 orang.

Pertumbuhan tersebut menghasilkan tambahan 107.471 pelanggan dalam lima bulan pertama tahun 2026.

Menurut Anne, tren positif ini membuktikan peran kuat KA Rajabasa dalam mobilitas harian masyarakat Lampung dan Sumatera Selatan.

Banyak penumpang mengandalkan moda transportasi ini untuk bekerja, bersekolah, kuliah, berobat, berdagang, bersilaturahmi, hingga berwisata pada akhir pekan.

"Bagi pelanggan, perjalanan dengan tarif Rp 32.000 untuk jarak terjauh sangat berarti.

Biaya transportasi yang terjangkau membantu masyarakat mengatur kebutuhan lain, seperti pendidikan anak, biaya kesehatan, kebutuhan keluarga, atau modal usaha kecil," ujarnya.

"Karena itu, peningkatan kenyamanan KA Rajabasa diarahkan agar layanan PSO ini semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat," lanjut Anne.

Pemberlakuan sarana baru pada Sabtu, 4 Juli 2026, turut memberikan opsi perjalanan yang lebih menyenangkan bagi keluarga.