Dalam forum yang sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir.

BEM Bersatu juga menolak narasi krisis yang tidak berbasis data utuh karena dinilai berpotensi mengalihkan fokus publik dari agenda penting, seperti pemberantasan korupsi.

Rahmat menyayangkan dugaan pemanfaatan aksi mahasiswa oleh pihak luar sebagaimana telah diklarifikasi sejumlah BEM, termasuk Universitas Negeri Jakarta dan Unindra.

BEM Bersatu mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.

Aliansi ini juga mendukung keberlangsungan program MBG dengan catatan perbaikan tata kelola, mendukung pengusutan kasus dugaan korupsi tanpa pandang bulu, serta mengajak mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.

>>> Menag: Jadikan Tahun Baru Hijriah Momentum Transformasi Diri dan Sosial

Rahmat menegaskan bahwa BEM Bersatu akan terus mengawal kemurnian gerakan mahasiswa agar tetap independen, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari intervensi elite politik.