Pemerintah Kota Semarang terus mengembangkan kawasan Pasar Johar sebagai pusat perdagangan dan ruang aktivitas masyarakat.

Salah satu langkah terbaru adalah membuka kawasan New PM (Pasar Maling) di kompleks Pasar Johar.

>>> Pratinjau Irak vs Norwegia: Ujian Pertama Ketajaman Erling Haaland

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berharap kehadiran New PM mampu menambah keramaian dan memberikan ruang baru bagi para pedagang.

Istilah "Pasar Maling" di kawasan Pasar Johar merupakan sebutan informal masyarakat untuk pasar yang menjual barang bekas, antik, atau barang dengan harga sangat miring, bukan pasar barang curian.

"Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian.

Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain," katanya.

Menurut dia, tantangan pasar tradisional saat ini berbeda dengan masa lalu. Perubahan pola belanja masyarakat yang beralih ke platform daring membuat pasar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

>>> Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran di Bekasi, 18 Remaja Diamankan

"Sekarang zamannya online. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara 'online'.

Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan," katanya.

Ia menilai kawasan New PM memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi ruang yang lebih kreatif.

Kawasan ini bisa dipadukan dengan kegiatan seni budaya, pelatihan, hingga sentra kuliner khas Kota Semarang, selain aktivitas perdagangan.

>>> Pratinjau Argentina vs Aljazair: Juara Bertahan Bidik Awal Mulus

Bahkan, ia mengungkapkan rencana memanfaatkan area kosong di bagian atas bangunan sebagai etalase produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ditampilkan secara bergantian.