Lawang Sewu, ikon Kota Semarang, selalu identik dengan sebutan 'seribu pintu'. Namun, benarkah jumlah pintu di gedung peninggalan Belanda itu mencapai angka tersebut?

Faktanya, jumlah pintu di Lawang Sewu tidak sampai seribu. Berdasarkan data dari pengelola, bangunan ini memiliki 928 daun pintu yang tersebar di beberapa gedung.

>>> Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Libema Open 2026

Informasi itu diungkapkan oleh pemandu wisata setempat. "(Jumlahnya) 928 daun pintu," ucap salah satu pemandu di Lawang Sewu belum lama ini, dikutip dari Detikcom.

Nama Lawang Sewu sendiri berasal dari Bahasa Jawa. 'Lawang' berarti pintu dan 'Sewu' berarti seribu.

Sebutan seribu pintu merupakan kiasan masyarakat karena melihat banyaknya pintu di bangunan ini.

Sejarah Pembangunan Lawang Sewu

Kompleks bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 18.232 meter persegi. Pada masa penjajahan Belanda, tempat ini berfungsi sebagai kantor administrasi kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Kompleks ini memiliki beberapa gedung yang dibangun secara bertahap oleh arsitek berbeda. Perancangan awal dilakukan oleh arsitek Belanda Ir. P.

de Rieu.

Gedung C menjadi bangunan pertama yang didirikan pada tahun 1900 untuk fungsi kantor percetakan karcis kereta api. Setelah Ir. P.

de Rieu meninggal, proyek dilanjutkan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B.

J. Oundag.

Kedua arsitek tersebut membangun Gedung A yang berfungsi sebagai kantor utama NIS. Proses pembangunan gedung utama ini berlangsung dari Februari 1904 hingga selesai pada Juli 1907.

Perluasan area kompleks terus dilakukan dengan membangun Gedung B, D, dan E. Gedung B dibangun oleh Prof. J.

>>> Korlantas Polri Perpanjang Moratorium Sirene dan Pengawalan Kendaraan