Di klub itu terdapat pemain lain yang memiliki nama Josimar. Vozinha menolak menggunakan nama "Josimar II" pada seragamnya dan akhirnya memilih nama yang sudah dikenal luas oleh keluarga serta teman-temannya di kampung halaman.

"Di Cape Verde tidak ada yang memanggil nama asli saya. Awalnya saya sempat kesal dengan julukan itu. Namun, saat tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar. Saya menolak memakai nama 'Josimar II' di jersei. Karena semua orang di kampung halaman mengenal saya sebagai Vozinha, akhirnya saya pakai nama itu," ujarnya.

Lebih dari Satu Dekade Membela Tim Nasional

Karier internasional Vozinha telah berlangsung panjang. Ia menjalani debut bersama tim nasional Cape Verde sekitar 14 tahun lalu dan sudah mengoleksi lebih dari 80 pertandingan bersama Blue Sharks.

Pengalaman tampil di empat edisi Piala Afrika membuatnya menjadi salah satu figur senior dalam skuad. Meski demikian, Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman pertamanya tampil di turnamen sepak bola terbesar tersebut.

Penampilan gemilang saat menghadapi Spanyol membuat namanya kembali menjadi sorotan. Hasil imbang melawan salah satu kandidat juara juga membuka peluang Cape Verde untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Pada dua pertandingan berikutnya di Grup H, Cape Verde masih harus menghadapi Uruguay dan Arab Saudi. Hasil dari dua laga itu akan sangat menentukan langkah mereka dalam menjaga peluang lolos ke babak knock-out.