Tingginya antusiasme pasar modal terhadap emiten kedirgantaraan ini juga dikonfirmasi oleh pelaku industri keuangan melalui volume pembelian yang masif.

Data dari Vanda Research menunjukkan perdagangan ritel saham SpaceX dalam dua hari pertama menyamai volume pembelian di seluruh pasar saham AS selama sepekan penuh.

Pihak manajemen investasi menyatakan bahwa tingginya ketertarikan pasar terhadap saham ini sudah diperkirakan sebelumnya akibat keterbatasan akses pada masa pra-IPO.

>>> Biaya Mudik Jakarta-Yogyakarta Pakai Wuling Cortez Darion EV

"Kami tidak terkejut melihat adanya permintaan awal," kata Max Gokhman, wakil presiden senior di Franklin Templeton Investment Solutions.

Gokhman menambahkan bahwa kelompok investor ritel yang sebelumnya berada di posisi menunggu menjadi penggerak utama karena tidak mendapatkan akses pada alokasi awal.

Situasi makroekonomi global ikut mendukung penguatan bursa setelah AS dan Iran sepakat membuka kembali Selat Hormuz pekan ini.

Sentimen tersebut mendorong indeks S&P 500 naik 1,7 persen dan Nasdaq 100 melesat lebih dari 3 persen, di samping fokus pasar pada pertemuan Federal Reserve dan konferensi pers ketua baru, Kevin Warsh.

Analis pasar modal menilai melandainya imbal hasil dan kejelasan kebijakan bank sentral menjadi stimulus tambahan bagi investor untuk mengambil risiko di sektor potensial.

"Kondisi makroekonomi tampaknya bergerak ke arah yang semakin menguntungkan, yang dapat mendorong investor untuk terus mengambil risiko," kata Angelo Kourkafas, ahli strategi investasi global senior di Edward Jones.

Kourkafas memproyeksikan peluang pasar akan semakin meluas seiring meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan moneter The Fed.

Di sisi lain, para pengamat mengantisipasi munculnya volatilitas dan potensi tekanan jual saat masa penguncian saham berakhir.