>>> Xiaomi Kenalkan Lengan Robot Pengisi Daya Otomatis Mobil Listrik

Faktor Penguatan Rupiah

Presiden Komisaris HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, memaparkan dua faktor utama penguatan rupiah.

Pertama, respons positif atas damai AS-Iran yang menekan harga minyak. Indonesia sebagai net importir minyak diuntungkan karena beban subsidi berkurang.

Pembukaan kembali Selat Hormuz menurunkan permintaan dolar AS sebagai safe-haven, mendorong Indeks Dolar (DXY) turun ke area 99,5.

Kedua, kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan 75 bps sejak Mei lalu. Langkah ini menjaga daya tarik imbal hasil aset domestik.

Sutopo menilai tanpa kenaikan suku bunga yang ahead of the curve, rupiah sulit memaksimalkan momentum pelemahan dolar AS.

Regulasi ekspor yang jelas, termasuk sentralisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE), turut mengembalikan kepercayaan investor asing.

Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah berpeluang menuju Rp 17.500 per dolar AS pekan ini.

Penguatan didorong arus modal asing dan fundamental ekonomi yang kokoh.

Kenaikan suku bunga BI juga dimanfaatkan Kemenkeu untuk mengoptimalkan penyerapan SBN dengan yield 7,4% untuk tenor 10 tahun.

Ibrahim menambahkan, kombinasi penurunan harga minyak dan pelemahan dolar AS membuat pelaku pasar beralih ke aset safe haven seperti emas.

>>> Aplikasi FF Kipas Beta Picu Risiko Pemblokiran Akun Pemain Free Fire

Depresiasi dolar AS terjadi secara merata terhadap mayoritas mata uang global akibat kesepakatan damai AS-Iran yang akan ditandatangani pekan depan.