PT Dupoin Futures Indonesia menjadikan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026 sebagai ajang edukasi perdagangan berjangka. Kegiatan berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026.

Perusahaan menilai instrumen ini masih kurang dikenal masyarakat awam dibandingkan saham dan kripto. Oleh karena itu, Dupoin Futures hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih dekat dan sederhana.

>>> Mikel Merino Samai Rekor Penampilan César Azpilicueta di Timnas Spanyol

“Selama ini masyarakat lebih banyak mengenal saham dan kripto, sementara perdagangan berjangka belum begitu populer.

Karena itu, kami hadir di PRJ untuk membuka ruang edukasi yang lebih dekat, lebih sederhana, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” ujar Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan.

Program Interaktif dan Aplikasi Real-Time

Dalam kegiatan tersebut, Dupoin Futures menghadirkan program interaktif untuk menjelaskan peran perdagangan berjangka sebagai sarana lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perusahaan juga menyediakan aplikasi khusus dengan fitur analisis dan data pasar secara real-time. Hal ini membantu masyarakat memantau pergerakan pasar secara langsung.

>>> LF PBNU Tetapkan 1 Muharam 1448 Hijriah Jatuh pada Rabu 17 Juni

Selain menyasar pengunjung pameran, Dupoin Futures aktif memperluas literasi keuangan ke sektor pendidikan tinggi. Fokus utama adalah kalangan mahasiswa di berbagai kampus daerah.

Program edukasi telah dilaksanakan di beberapa institusi, antara lain Binus Alam Sutera, Universitas Telkom Bandung, Perbanas Surabaya, serta wilayah Yogyakarta dan Solo.

Dalam setiap sesi edukasi, perusahaan menekankan pentingnya memastikan legalitas pialang dan keamanan dana nasabah. Dana wajib ditempatkan di rekening terpisah (segregated account) yang diawasi regulator.

>>> Mikel Merino Samai Rekor Penampilan César Azpilicueta di Timnas Spanyol

“Dupoin optimistis upaya edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat akan membantu meningkatkan literasi keuangan nasional sekaligus memperluas pemahaman mengenai berbagai alternatif instrumen investasi yang tersedia di Indonesia,” kata Gunawan.