Agustina menilai pola tersebut kurang ideal karena dapur yang melayani 1.500 penerima manfaat maupun 500 penerima manfaat memperoleh insentif yang sama.

"After data penerima manfaat final, kami harapkan insentifnya tidak lagi flat Rp 6 juta untuk semua dapur," ujarnya.

BGN saat ini memvalidasi jumlah penerima manfaat di setiap wilayah sebelum menyusun formula baru. Besaran insentif ke depan akan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat serta kualitas layanan masing-masing dapur.

Di sisi lain, BGN mulai memperketat tata kelola program.

Salah satu langkahnya adalah melarang pegawai BGN memiliki atau terafiliasi dengan dapur MBG maupun yayasan pengelolanya guna mencegah konflik kepentingan.

Selama libur sekolah mendatang, BGN berencana menghentikan sementara operasional dan melakukan audit terhadap seluruh dapur MBG.

Hasil audit akan menjadi dasar evaluasi, termasuk kemungkinan penggabungan atau penutupan dapur yang tidak memenuhi standar.

>>> Menteri ESDM Usul Anggaran Rp815 Miliar untuk Kompor Listrik 2027

"Kami akan audit semua dapur. Mudah-mudahan ketika anak-anak kembali masuk sekolah, kondisi di lapangan sudah lebih baik dan lebih rapi," pungkas Agustina.