Meta Kucurkan Rp 248 Triliun Demi Kejar Ketertinggalan Teknologi AI
Kegagalan tersebut memaksa Zuckerberg untuk mengevaluasi ulang seluruh pendekatan teknologi AI yang tengah berjalan.
>>> Transaksi Derivatif BEI Melonjak Tajam Sepanjang Tahun 2026
Zuckerberg kemudian mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan investasi senilai USD 14,3 miliar kepada Scale AI dua bulan setelahnya.
Keputusan strategis ini diambil sekaligus untuk memboyong Alexandr Wang beserta jajaran tim utamanya ke dalam tubuh Meta.
Kehadiran Muse Spark yang diarsiteki oleh Wang pada April tahun ini mulai memberikan dampak positif bagi operasional internal perusahaan.
Model AI baru ini dirancang agar bisa terintegrasi langsung ke dalam ekosistem aplikasi Facebook, Instagram, serta perangkat kacamata Ray-Ban Meta.
Kendati model baru ini memiliki performa yang baik, jalan yang harus ditempuh Meta masih dinilai terjal. Kepercayaan dari komunitas pengembang terhadap inovasi teknologi Meta masih perlu dipulihkan.
"Saya rasa komunitas AI sebagian besar mengabaikan Meta pada titik ini," ujar Rob May, CEO startup Neurometric.
Fokus pemanfaatan teknologi AI Meta saat ini lebih banyak diarahkan untuk mendukung operasional internal perusahaan.
Langkah pemusatan AI pada lini produk periklanan dianggap masuk akal mengingat ada perputaran bisnis senilai USD 200 miliar per tahun yang harus dilindungi.
Meskipun menghadapi persaingan ketat, peluang bagi perusahaan untuk menemukan momentum kebangkitan dinilai masih terbuka lebar.
Syarat utamanya adalah Meta harus mampu mendemonstrasikan keunggulan spesifik, baik dari efisiensi biaya maupun aspek teknis lainnya.
Tantangan internal lain yang kini membayangi perusahaan adalah penurunan moral kerja akibat kebijakan pengurangan tenaga kerja.
Ketegangan di tingkat petinggi organisasi AI juga dilaporkan terjadi setelah Meta melakukan pemecatan terhadap sekitar 8.000 pekerja.
>>> Jerman Hajar Curacao 7-1, Pemain Kedua Tim Berdoa Bersama
"Yang saya pedulikan adalah frekuensi peluncuran dan ritmenya," kata Howard Yu, profesor bisnis di International Institute for Management Development di Swiss.
Update Terbaru
Spanyol Hadapi Tanjung Verde di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 23:44 WIB
Preview Episode 11 MARRIAGETOXIN Soroti Toshiro Dogo
Senin / 15-06-2026, 23:41 WIB
Harga iPhone 15 Turun per 17 April 2026, Momen Tepat untuk Upgrade
Senin / 15-06-2026, 23:41 WIB
Komisi XII DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian ESDM 2027 Rp 27,33 Triliun
Senin / 15-06-2026, 23:40 WIB
Promo Point Coffee Beli 3 Lebih Murah, Berlaku Hingga 15 April 2026
Senin / 15-06-2026, 23:40 WIB
Erick Thohir Respons Pesan Haru Ivar Jenner untuk Noah Gesser
Senin / 15-06-2026, 23:40 WIB
Warren Buffett Bagikan Prinsip Hadapi Pasar Saham yang Anjlok
Senin / 15-06-2026, 23:40 WIB
Netflix Rilis Serial Agatha Christie's Seven Dials, Adaptasi Novel Kriminal
Senin / 15-06-2026, 23:40 WIB
Davide Tardozzi Akui Ducati Alami Awal Buruk pada MotoGP 2026
Senin / 15-06-2026, 23:39 WIB
Real Madrid Resmi Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea
Senin / 15-06-2026, 23:39 WIB
Kesetiaan Nadeo Argawinata Bersama Pesut Etam
Senin / 15-06-2026, 23:39 WIB
Vivo Y31d Pro vs OPPO A6t Pro: Duel Ponsel 4 Jutaan dengan Baterai 7000 mAh
Senin / 15-06-2026, 23:37 WIB
Memahami Arti Kartel dan Sejarah Kejahatan Transnasional di Meksiko
Senin / 15-06-2026, 23:37 WIB
Persik Kediri Rombak Jajaran Manajemen Jelang Super League 2026/2027
Senin / 15-06-2026, 23:36 WIB






