Lafaz niat puasa Kamis: "Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ" (Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ).

Tata cara puasa Muharram sama seperti puasa sunah pada umumnya. Langkah pertama adalah membaca niat sejak malam hari hingga sebelum fajar.

Umat Islam dianjurkan menyantap sahur sebelum waktu Subuh dan wajib menahan diri dari hal yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga matahari terbenam.

Selama berpuasa, umat Islam juga harus menjaga lisan dan perilaku dari perbuatan maksiat.

Rasulullah SAW bersabda, "Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga."

(HR an-Nasa'i dan Ibnu Majah).

Ibadah puasa diakhiri dengan menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba.

Keistimewaan puasa di bulan Muharram sangat besar.

Pahala melaksanakannya dilipatgandakan berdasarkan hadis riwayat At-Thabarani yang menyebutkan bahwa puasa sehari di bulan Muharram setara dengan pahala 30 hari puasa.

Selain itu, puasa khusus pada hari Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa setahun yang telah lewat, sebagaimana hadits riwayat Muslim dari Abu Qatadah RA.

Rasulullah SAW juga menyarankan agar umat Islam menambah puasa pada hari sebelum atau sesudahnya, yakni tanggal 9 atau 11 Muharram, untuk membedakan dengan tradisi puasa kaum Yahudi.

Beliau bersabda, "Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya."

>>> Hindari 7 Kalimat yang Bisa Menyakiti Perasaan Anak

(HR Ahmad).