Menurut Denny, kontraksi terutama didorong oleh utang kelompok peminjam lembaga keuangan yang mencatatkan penurunan 5 persen secara tahunan.

Dari sisi sektor, pemanfaatan utang swasta terbesar mengalir ke industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pertambangan dan penggalian, serta jasa keuangan dan asuransi dengan pangsa 79,6 persen.

Karakteristik utang swasta juga didominasi kewajiban jangka panjang dengan porsi 75,8 persen dari total akumulasi utang.

Rasio Utang terhadap PDB 29,6 Persen

Bank Indonesia menilai struktur utang luar negeri nasional masih dalam kategori sehat. Indikatornya tercermin dari rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto yang berada di level 29,6 persen.

>>> Kemenag Jambi Ajak Masyarakat Tebar Kebaikan pada 1 Muharram 1448 H

Selain itu, utang jangka panjang mendominasi dengan pangsa mencapai 84,5 persen dari total utang. Denny menegaskan bahwa pengelolaan utang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.