Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt."

Untuk puasa sunah Muharram, niatnya: نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى (Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ).

Niat puasa Tasua (9 Muharram): نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ).

Niat puasa Asyura (10 Muharram): نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ).

Menggabung puasa sunah Muharram dengan puasa Senin Kamis juga diperbolehkan jika jatuh pada hari yang sama.

Niatnya cukup salah satu, misal niat puasa Senin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.

Tata cara puasa Muharram sama seperti puasa sunah lainnya: niat malam hari, sahur, menahan diri dari hal yang membatalkan, menjaga lisan, dan menyegerakan berbuka.

Keutamaan puasa Muharram sangat besar. Puasa sehari di bulan Muharram setara dengan pahala 30 hari puasa, sebagaimana hadis riwayat At-Thabarani.

>>> Kemenag Jambi Luncurkan Gerakan Wakaf Uang dan Lebaran Yatim

Puasa Asyura juga dapat menghapus dosa setahun yang lalu, berdasarkan hadis riwayat Muslim. Rasulullah SAW menganjurkan berpuasa pada 9 dan 10 Muharram untuk membedakan dengan tradisi Yahudi.