Langkah pembaruan yang diinisiasi sejak dini dipercaya akan memuluskan jalan bagi para alumni untuk menempati posisi-posisi krusial dalam pembangunan nasional di masa depan.

"Selain itu, saat para kiai berani melakukan perubahan sejak dini, maka alumni pesantren juga akan menempati posisi-posisi sentral dan strategis dalam pembangunan Indonesia masa depan," tuturnya.

Perspektif Baru bagi Pengambil Kebijakan Pesantren

Materi dalam lokakarya ini mendapat apresiasi dari Pengasuh Pesantren Raudhatul Jannah Rembang, KH Baihaqi, yang menilai paparan tersebut memberikan sudut pandang segar.

Strategi yang dibagikan dinilai sebagai terobosan konkret untuk menaikkan kelas institusi pesantren.

Manfaat serupa dirasakan oleh KH Rosikh Roghibi dari Pondok Pesantren Ma'hadul Ilmi Asy-Syar'i Karangmangu yang kini mendapatkan gambaran taktis untuk diterapkan di lembaganya.

"Saya semakin pe-de dan semakin bisa membayangkan langkah-langkah perubahan setelah menyimak bagaimana Kiai Imam Jazuli membongkar lika-likunya dalam merintis dan membesarkan Bina Insan Mulia," ujarnya.

Melihat tingginya antusiasme peserta, pihak panitia memutuskan untuk mempercepat jadwal pelaksanaan program berskala nasional ini.

Ketua Panitia Workshop, Ubaydillah Anwar, menyebutkan agenda yang semula berkala sepekan sekali akan dipadatkan menjadi tiga kali sepekan sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

"Semula workshop ini kami laksanakan sepekan sekali, tapi nanti di bulan Juli-Agustus, workshop akan kami laksanakan tiga kali sepekan," kata Ubaydillah.

Langkah akselerasi ini ditargetkan mampu menjaring 5.000 pengasuh pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia sebelum akhir Agustus 2026.

Dengan demikian, implementasi gagasan transformasi dapat langsung berjalan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

>>> Aksi Walkout Massal Mahasiswa Stanford Saat Pidato CEO Google

"Tujuan kami supaya 5.000 pesantren telah mengikuti workshop semua di akhir Agustus 2026 sehingga dapat bertransformasi di tahun ajaran baru 2026/2027 ini," tegasnya.