"Kiai dan pesantren harus siap berubah supaya bisa melahirkan tokoh-tokoh hebat di bidang sains dan teknologi yang juga seorang ulama seperti di era keemasan Islam," jelasnya.

Pandangan fatalistis yang kerap mengatasnamakan ajaran tasawuf juga menjadi sorotan agar tidak lagi disebarkan di lingkungan santri. Pesantren justru harus menjadi motor penggerak optimisme dan mentalitas pemenang.

"Jangan mengajarkan sedikit asal berkah, tapi ajarkan banyak dan berkah.

Jangan mengajarkan kalah di dunia dan menang di akhirat, tapi ajarkan menang di dunia dan menang akhirat," tegasnya.

Respons terhadap perubahan juga ditegaskan oleh KH Imam Jazuli sebagai sebuah kepastian hukum alam yang tidak dapat dihindari.

Kegagalan adaptasi dinilai akan membawa risiko kemunduran fatal bagi institusi maupun individu di dalamnya.

"Perubahan adalah peristiwa yang mabni atau tidak bisa dihindari. Perubahan tidak bisa membikin manusia atau lembaga mati.

>>> Mahasiswa dari Sejumlah Kampus Gelar Aksi Demonstrasi di Jakarta, Soroti Ekonomi hingga RUU Polri

Kematian akan dialami oleh manusia dan lembaga yang gagal merespons perubahan dengan tepat," kata Kiai Imam.

Penulis buku Terobosan Pesantren Memimpin Perubahan (2024) ini menambahkan bahwa kesuksesan transformasi sangat bertumpu pada keberanian pengasuh dalam menetapkan kebijakan.

Oleh sebab itu, workshop ini dirancang khusus dengan melibatkan para pemegang otoritas penuh di lembaga masing-masing.

"Karena itu, workshop ini hanya mengundang para pengasuh yang memiliki power untuk memutuskan perubahan," ujarnya.

Langkah transformasi yang terencana matang diyakini mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memperkokoh posisi pesantren ke depan.

Sinergi gerakan perubahan dari ribuan pengasuh diproyeksikan membawa dampak besar pada peta pendidikan Islam nasional.

"Saya yakin, jika 5.000 pengasuh pesantren seluruh Indonesia menjalankan gagasan perubahan yang muncul di workshop ini, tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya, pesantren akan menjadi top of the mind masyarakat," ungkapnya.