FIFA tetap membayarkan honor penuh kepada wasit asal Somalia, Omar Artan, meski ia gagal bertugas di Piala Dunia 2026.

Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh petugas perbatasan.

>>> Promo Alfamart 1-15 April 2026: Diskon hingga 70% untuk Kebutuhan Harian

Artan harus mengubur mimpinya tampil di ajang sepak bola terbesar dunia setelah otoritas imigrasi AS menolak masuk dirinya.

Setelah menjalani interogasi selama 11 jam di Bandara Internasional Miami, paspor diplomatik dan visa masuk tunggal miliknya dinyatakan tidak berlaku.

Otoritas AS mencurigai Artan memiliki "asosiasi dengan anggota organisasi teroris yang dicurigai". Dalam pemeriksaan itu, ia ditanyai terkait dugaan hubungan dengan kelompok militan Somalia, Al Shabab.

Namun, Artan membantah mengetahui maupun memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut. "Saya memiliki dokumen yang sah dan semuanya lengkap.

Saya memiliki visa yang benar," kata Artan, dikutip dari Euro News.

Setelah dipulangkan ke Somalia, FIFA disebut memberikan bantuan kepada Artan.

Laporan BBC Sport menyebut badan sepak bola dunia itu juga berkomitmen membayarkan honor penuh yang seharusnya diterima Artan selama Piala Dunia 2026.

Besaran honor yang akan diterima para wasit pada turnamen kali ini belum diumumkan secara resmi.

>>> Tiga Peringatan Unik dan Bermakna pada 16 Februari

"Saya hanyalah seorang wasit yang sedang mencoba mewujudkan mimpi saya, mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu datang ke Piala Dunia," ujar Artan.

Meski gagal tampil di Piala Dunia 2026, Artan tetap menjadi salah satu wasit paling dihormati di Afrika.

Pria berusia 34 tahun itu dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).