Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sukses menghimpun dana segar sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 26,55 triliun melalui penerbitan obligasi global.

Penerbitan surat utang perdana dalam dolar AS ini dilakukan melalui Danantara Investment Management. Langkah ini bertujuan menguji minat investor asing terhadap instrumen investasi Indonesia.

>>> Cara Ubah Data BPJS Kesehatan Lewat Mobile JKN dan Kantor Cabang

Permintaan terhadap obligasi global tersebut mengalami kelebihan pesanan hingga tiga kali lipat dari target awal.

Akumulasi komitmen tertinggi mencapai US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 81,40 triliun.

Dua Seri Tenor Obligasi

Dana yang dihimpun terbagi dalam dua seri tenor.

>>> Manchester United Berpotensi Menyesal Gagal Rekrut Nathaniel Brown

Surat utang jangka lima tahun dengan imbal hasil 5,35 persen senilai US$ 750 juta, dan tenor sepuluh tahun dengan yield 5,95 persen sebesar US$ 750 juta.

Chief Executive Officer BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan hasil ini sangat baik. Menurutnya, hal ini membuktikan kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia tinggi dan nyata.

>>> Singapura Luncurkan Sistem Kliring Emas Akhir 2026, Gandeng Bank Besar

Seluruh dana hasil penerbitan obligasi global dijadwalkan masuk dan dibukukan ke rekening resmi Danantara pada 18 Juni.