Pemerintah Indonesia membuka kesempatan luas bagi Jerman untuk berinvestasi di sektor strategis nasional, termasuk mineral kritis dan infrastruktur.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral dengan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).

>>> Timnas Inggris Alami Pencurian di Markas Piala Dunia 2026

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang juga dalam pengembangan infrastruktur kita," kata Prabowo.

Kerja sama ini dinilai penting untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia, terutama melalui hilirisasi industri dan pembangunan ekosistem teknologi tinggi.

Mineral kritis dan tanah jarang menjadi fondasi bagi industri kendaraan listrik, energi bersih, dan teknologi canggih.

Peluang bagi UMKM

Selain investasi besar, pertemuan juga membahas penguatan usaha kecil dan menengah (UMKM).

>>> Harga Emas Antam 18 September 2025 Turun Rp 17.000 Per Gram

Prabowo menyambut baik keberlanjutan program Partnering in Business with Germany yang diharapkan memperluas jaringan internasional UMKM Indonesia.

Melalui program itu, pelaku usaha nasional mendapat akses lebih luas ke pasar global serta transfer pengetahuan dari mitra Jerman.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan kedua Joint Economic and Investment Committee (JEIC) tahun ini.

>>> Toto Modifikasi Honda Civic FD 2007 Jadi Spesifikasi Type R, Habiskan Dana Hampir Rp1 Miliar

Forum JEIC diharapkan menghasilkan komitmen investasi, perluasan kerja sama industri, dan penguatan perdagangan bilateral.