Platform investasi ritel Ajaib juga disorot karena mencatatkan pertumbuhan basis pengguna yang masif.

Daftar potensial ini dilengkapi oleh Xendit yang bergerak sebagai penyedia infrastruktur gerbang pembayaran regional, serta Tiket. com yang didukung kekuatan ekosistem konglomerasi ritel.

in1

>>> Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid: Irit BBM untuk Perjalanan Jakarta-Bandung

Kendala Startup Teknologi Melantai di Bursa

Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) memaparkan tiga kendala utama yang menyebabkan startup teknologi di Indonesia masih kesulitan menembus lantai bursa.

Faktor pertama berkaitan dengan keterbatasan skala bisnis.

Mayoritas startup di Indonesia masih dalam fase pertumbuhan (growth stage), sehingga pendapatan mereka belum memenuhi threshold bursa dan belum mampu menghasilkan valuasi yang adil bagi publik.

Faktor kedua berfokus pada aspek fundamental dan kepastian profitabilitas.

Setelah berakhirnya era uang murah (easy money), investor kini menuntut peta jalan yang jelas menuju perolehan laba, sementara banyak startup masih membakar kas demi mengejar pertumbuhan.

"Tren ini mulai berubah, hampir semua startup sudah mulai mengarah ke fundamental. Tapi hasilnya mungkin baru 2-3 tahun lagi bisa terlihat," ujar asosiasi.

Kendala ketiga adalah momentum atau timing yang kurang tepat.

Amvesindo mencermati tingkat suku bunga global yang masih tinggi serta likuiditas yang ketat membuat jendela peluang IPO menjadi sangat sempit.

Kondisi makro ini memaksa banyak pelaku startup mengambil langkah rasional untuk menahan diri.

Mereka memilih menunggu situasi pasar modal lebih kondusif daripada memaksakan listing dengan risiko hasil di bawah ekspektasi.

Berdasarkan data pipeline IPO di BEI per 5 Juni 2026, terdapat 12 perusahaan yang mengantre untuk mencatatkan sahamnya.

Dari seluruh daftar tersebut, hanya satu perusahaan yang merepresentasikan sektor teknologi.

Jika ditinjau dari aspek aset perusahaan, sebanyak empat entitas merupakan perusahaan skala menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.

>>> BPS Lamongan Terjunkan 1.258 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Sasar Sektor Digital

Sementara delapan perusahaan lainnya masuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.