Sebagai informasi, para wasit yang bertugas di Piala Dunia biasanya baru mengetahui jumlah pasti honor yang diterima setelah turnamen selesai digelar.

Keputusan FIFA tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan atas profesionalisme Artan yang sebelumnya telah melalui seluruh proses seleksi dan penunjukan resmi untuk bertugas di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Rekam Jejak Karier

Terlepas dari kegagalan tampil di Piala Dunia, reputasi Artan di dunia perwasitan internasional tetap mendapat pengakuan tinggi.

Peraih penghargaan Wasit Putra Terbaik Afrika versi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) tahun 2025 itu bahkan telah menerima tugas untuk memimpin laga UEFA Super Cup 2026 yang mempertemukan Paris Saint-Germain dan Aston Villa di Salzburg, Austria, pada 12 Agustus mendatang.

Artan juga menegaskan dirinya belum menyerah mengejar mimpi bertugas pada ajang Piala Dunia 2026.

Setelah mendapat sambutan hangat saat kembali ke Somalia, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat negaranya dan berjanji akan berusaha tampil pada Piala Dunia 2030.

Tahun 2025 menjadi periode istimewa dalam karier Artan. Ia mencatat sejarah sebagai wasit Somalia pertama yang memimpin final kompetisi antarklub tingkat benua Afrika.

Pada Juni 2025, Artan dipercaya memimpin leg kedua final Liga Champions Afrika yang mempertemukan Pyramids FC dan Mamelodi Sundowns.

Selain itu, FIFA juga menunjuknya untuk bertugas di Piala Dunia U-20 di Chile. Dalam turnamen tersebut, Artan memimpin tiga pertandingan, termasuk laga perebutan tempat ketiga.

Menjelang akhir tahun, ia kembali mendapat kepercayaan memimpin dua pertandingan fase grup Piala Afrika setelah sebelumnya juga bertugas pada edisi 2024.

>>> Jadwal Piala Dunia 2026: Pantai Gading vs Ekuador 15 Juni

Rangkaian pencapaian itu menunjukkan bahwa meskipun gagal tampil di Piala Dunia 2026 karena persoalan imigrasi, Omar Artan tetap menjadi salah satu wasit Afrika paling dihormati di level internasional saat ini.