Di beberapa titik, kios tidak lagi memiliki pintu, hanya menyisakan dinding semen dan kerangka bangunan.

Sampah rumah tangga berserakan di sekitar kawasan mati, sebagian besar terbungkus kantong plastik. Volume sampah yang menumpuk menimbulkan aroma busuk yang menyengat.

Semakin ke sudut samping pasar, jumlah kios kosong yang roboh semakin banyak. Tumpukan limbah juga semakin padat, dan bau tidak sedap terbawa angin hingga ke area luar pasar.

Di bagian belakang pasar terdapat gerbang yang menjadi akses penghubung ke permukiman penduduk.

Namun, hingga siang hari, tidak banyak warga yang memanfaatkan akses tersebut untuk masuk ke area pasar.

Sebagian besar masyarakat setempat lebih memilih berbelanja di warung-warung kecil di sekitar tempat tinggal mereka.

Pada tembok pembatas di area belakang pasar, terlihat banyak lubang berukuran sedang hingga besar.

Lubang-lubang di dinding beton tersebut diduga menjadi jalur bagi oknum warga untuk membuang limbah rumah tangga.

>>> Banjir dan Longsor di Sumatra Ancam Kepunahan Orangutan Tapanuli

Volume tumpukan sampah di sekitar lubang tembok jauh lebih tinggi dibandingkan titik lain.