Tawaf wada merupakan momen perpisahan jamaah haji dengan Ka'bah setelah seluruh rangkaian manasik selesai dilakukan.

Banyak jamaah merasakan haru karena harus meninggalkan Baitullah dan belum tentu mendapat kesempatan kembali ke Tanah Suci.

>>> Masjid Istiqlal Gelar Peaceful Muharram Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

Para ulama terdahulu memberikan perhatian besar terhadap doa ketika tawaf wada, terutama saat jamaah berada di Multazam.

Multazam merupakan tempat yang mustajab di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.

Doa tawaf wada berisi permohonan ampunan, keberkahan rezeki, perlindungan selama perjalanan pulang, serta harapan agar ibadah haji diterima Allah SWT.

Bacaan Doa Tawaf Wada di Multazam

Dalam kitab Ad-Du'a karya Imam ath-Thabrani, terdapat riwayat dari tabi'in besar, Sa'id bin Jubair.

Beliau menganjurkan seseorang berdoa di Multazam ketika hendak berpamitan dengan Ka'bah.

Lafaz doa yang dapat dibaca ketika tawaf wada di Multazam adalah: "Allahummaghfir li dzunubi, wa qanni'ni bima razaqtani, wa barik li fihi, wakhluf 'ala kulli gha'ibatin li bikhair."

Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, jadikan aku merasa cukup dengan rezeki yang Engkau berikan kepadaku, berkahilah rezeki itu untukku, dan gantilah setiap sesuatu yang hilang dariku dengan kebaikan."

Doa ini berisi permohonan ampunan, kecukupan rezeki, keberkahan, serta pengganti yang baik atas segala sesuatu yang hilang dari kehidupan seorang hamba.

>>> Kemenag Tetapkan Hari Asyura 10 Muharram 1448 H Jatuh pada 25 Juni 2026

Pilihan Doa Tawaf Wada yang Lebih Panjang

Dalam riwayat lain, Abdur Razzaq ash-Shan'ani menjelaskan adab seseorang ketika hendak pulang dari Makkah.

Setelah tawaf wada, jamaah dianjurkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu berdiri di Multazam.