As’alukal-‘ishmata fīhi minasy-syaiṭāni wa auliyā’ihī, wal-‘auna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā Dzal-jalāli wal-ikrām.

Wa shallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihī wa shaḥbihī wa sallam.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan.

Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama.

Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan.

Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan.

Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.

Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercurah atas mereka.”

>>> Investor Ramai-ramai Beralih ke Waran Terstruktur dan Derivatif Saat Pasar Volatil

Keutamaan Membaca Doa Tiga Kali

Ketentuan mengenai pengulangan bacaan doa awal tahun Islam sebanyak tiga kali ini termaktub di dalam kitab Kanzun Najah wa as-Surur.

Pembacaan tersebut menjadi wujud ikhtiar batiniah agar kaum Muslim memperoleh benteng pertolongan dari gangguan setan sekaligus diberi energi untuk memperbanyak kesalehan.

Langkah spiritual ini juga berfungsi sebagai pengingat agar pergantian tahun Hijriyah tidak dilewati sebagai momen pergantian angka kalender semata.