Namun, Diarra mengambil keputusan mengejutkan dengan bergabung ke Sunderland yang berstatus tim promosi Premier League. Nilai transfernya mencapai 30 juta pounds, menjadikannya rekrutan termahal klub saat itu.

Komunikasi langsung dengan manajer Regis Le Bris menjadi alasan utama Diarra memilih pindah ke Inggris.

>>> Sponsor China Menyusut di Piala Dunia 2026, Perusahaan Barat Kembali Mendominasi

Ia meyakini proyek sepak bola yang ditawarkan pelatih sangat jelas dan menarik bagi masa depannya.

"Setelah panggilan pertama dengan pelatih, saya langsung duduk bersama orang tua dan mengatakan, 'Sunderland adalah tempat yang saya inginkan.

Di sanalah saya ingin bermain'," ujar Diarra.

"Premier League selalu menjadi impian saya dan pelatih menawarkan proyek yang jelas serta sangat menarik," tambahnya.

Latar Belakang Keluarga dan Posisi Bermain

Bakat sepak bola Diarra mengalir dari sang ayah, Samba Diarra, yang merupakan mantan pesepak bola profesional Timnas Senegal.

Keluarga mereka pindah ke kota Mulhouse, Prancis, saat Habib masih berusia lima tahun.

Sebelum bermain sebagai gelandang, Diarra berposisi sebagai penyerang produktif hingga usia 15 tahun. Perubahan posisi ini membentuk karakternya menjadi gelandang yang agresif, dinamis, dan memiliki naluri menyerang kuat.

Persiapan Senegal Menghadapi Kekuatan Prancis

Diarra mencatatkan debut seniornya bersama Senegal pada 2024 dan langsung menjadi pilar penting. Bulan lalu, ia sukses membawa negaranya meraih trofi Piala Afrika di Maroko.

Prancis lolos ke Piala Dunia 2026 dengan catatan impresif lima kemenangan dan satu imbang di kualifikasi UEFA.

Namun, Senegal juga memiliki modal kuat karena tidak terkalahkan sepanjang kualifikasi zona CAF.

Kondisi fisik Diarra kini dipastikan sudah bugar setelah sempat pulih dari cedera pangkal paha.

>>> Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Jerman, Belanda, dan Spanyol Tampil

Berbekal pengalaman di Premier League, ia diharapkan menjadi tumpuan utama Singa Teranga untuk melangkah jauh.