Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat dan Meksiko mencatat perubahan signifikan dalam peta sponsor. Jumlah perusahaan asal China yang menjadi mitra komersial FIFA menyusut drastis.

Hanya dua merek China yang tersisa dalam daftar sponsor, yaitu Hisense di sektor elektronik dan Mengniu Dairy untuk produk susu.

>>> Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Jerman, Belanda, dan Spanyol Tampil

Jumlah ini menurun dibandingkan edisi 2022 di Qatar yang masih memiliki empat korporasi China, termasuk Wanda Group dan Vivo.

Penurunan ini kontras dengan masa puncak keterlibatan China pada Piala Dunia 2018 di Rusia.

Saat itu, tujuh perusahaan China seperti Dalian Wanda, Hisense, Mengniu Dairy, Yadea Technology, Vivo, Zhidian Yijing, dan Immerex menjadi penyokong dana utama.

Dominasi Perusahaan Barat Kembali

FIFA membagi sponsor ke dalam empat tingkatan. Tingkat tertinggi, FIFA Partners, diisi oleh Adidas, Coca-Cola, Hyundai-Kia, Visa, Qatar Airways, Aramco, dan Lenovo.

Pada tingkat kedua, Sponsor Piala Dunia FIFA, terdapat AB InBev (Budweiser, Michelob Ultra, Modelo, Stella Artois), Bank of America, Frito-Lay, Hisense, McDonald's, Mengniu Dairy, Unilever, dan Verizon.

>>> Frenkie de Jong Starter Saat Belanda Hadapi Jepang di Piala Dunia 2026

Tingkat ketiga diisi oleh pendukung seperti DoorDash, Marriott Bonvoy, Rock-it Cargo, Valvoline, ADI Predictstreet, Fanatics, dan Boggi Milano.

Sementara mitra regional Amerika Utara meliputi American Airlines, Airbnb, Diageo, The Home Depot, dan Globant.

Vivo Ubah Strategi Pemasaran

Salah satu perusahaan China yang mundur adalah Vivo. Posisinya sebagai mitra teknologi FIFA kini digantikan oleh Lenovo, yang juga berasal dari China.

Vivo memilih mengalihkan anggaran pemasaran dari sepak bola global ke penguatan pasar domestik dan Asia. Di India, perusahaan berinvestasi pada olahraga kriket melalui kemitraan dengan Liga Utama India.

Langkah ini dinilai memberikan pengembalian modal dan visibilitas merek yang lebih organik.

>>> Nusrtdinov Zayan Fatih Lolos ke Youth Olympic Games 2026

Vivo saat ini menjadi vendor ponsel pintar nomor satu dengan pangsa pasar tahunan 18,3% hingga 23% pada 2025.