>>> Pengacara Perceraian Sarankan Menikah karena Uang, Bukan Cinta

Menurutnya, kelancaran distribusi komoditas strategis seperti batu bara, crude palm oil (CPO), pupuk, semen, bijih mineral, hingga bahan pangan sangat bergantung pada kinerja terminal curah.

Fiona menambahkan bahwa kebijakan hilirisasi mendorong kebutuhan terminal curah yang lebih terintegrasi dengan pusat produksi. Hal ini membuka peluang pengembangan terminal baru yang lebih dekat dengan kawasan industri.

Sebagai bagian dari Pelindo Group dalam Pelindo Multi Terminal, PTP Nonpetikemas memperluas layanan ke sektor strategis melalui Shorebase Management untuk mendukung kegiatan hulu migas serta logistik Proyek Strategis Nasional (PSN).

Salah satunya di Terminal Kijing, Kalimantan Barat, yang melayani bongkar muat bauksit dan alumina guna menopang proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 1 dan fase 2.

Pada triwulan I 2026, realisasi throughput nonpetikemas perusahaan mencapai 12,84 juta ton.

Komoditas curah kering mendominasi dengan kontribusi 46%, disusul curah cair 25%, general cargo 24%, dan bag cargo 5%.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen curah cair yang melonjak 16% menjadi 3,09 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan ekspor CPO di Teluk Bayur, bongkar muat di Pontianak, serta arus komoditas di Tanjung Priok.

Fiona menekankan bahwa kinerja pelabuhan curah akan semakin optimal apabila pengembangan infrastruktur dilakukan secara bersama-sama oleh operator pelabuhan, pemerintah, pelaku industri, dan pengguna jasa.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengakui kelancaran layanan pelabuhan menjadi faktor penting bagi industri nasional.

Namun, keluhan yang disampaikan pemerintah mengenai hambatan dan tumpukan di pelabuhan tidak dirasakan oleh anggotanya.

>>> Meditap Dorong Perusahaan Tinjau Ulang Strategi Kesehatan Karyawan

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada anggota yang mengalami masalah bongkar muat di pelabuhan nonpetikemas.