Mu’ti menjelaskan revitalisasi sekolah tahun 2025 telah tuntas dilaksanakan pada 16.167 satuan pendidikan. Untuk tahun 2026, pemerintah menyiapkan anggaran Rp14 triliun guna memperbaiki 11.744 satuan pendidikan.

Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah pemerintah memberikan dukungan tambahan untuk 60.000 satuan pendidikan lainnya.

"Kami juga mendapat tambahan untuk 60.000 satuan pendidikan, sehingga tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, semua jenjang mulai dari taman kanak-kanak sampai tingkat SLTA," kata Mu’ti.

Program revitalisasi tersebut dijalankan melalui mekanisme swakelola dengan melibatkan langsung satuan pendidikan. Skema ini diperkirakan mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 1,1 juta orang dengan masa kerja antara tiga hingga delapan bulan.

Menurut Mu’ti, pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun ini sudah mencapai sekitar 70 persen dari target awal 11.744 satuan pendidikan. Sejumlah proyek bahkan ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus mendatang sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah Unggulan dan Dukungan untuk Guru

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang dirancang sebagai sekolah unggulan tanpa konsep asrama.

Dari sejumlah usulan lokasi yang diterima, pemerintah telah melakukan proses seleksi. Pada tahun ini, lima sekolah akan beroperasi di balai milik Kemendikdasmen, satu sekolah dibuka di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan sembilan sekolah baru akan dibangun di wilayah yang telah ditetapkan.

Di sektor kesejahteraan tenaga pendidik, tunjangan bagi guru non-ASN telah dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Adapun guru ASN memperoleh tunjangan sebesar gaji pokok.

Pemerintah juga menerapkan mekanisme baru dengan menyalurkan tunjangan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.

"Tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden agar guru mendapatkan manfaat langsung tanpa proses birokrasi yang panjang," ujar Mu’ti.

Untuk meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik, pemerintah memperluas program beasiswa bagi guru yang belum memiliki pendidikan D4 atau S1.

Setelah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru pada 2025, kuota penerima bantuan tahun ini dinaikkan menjadi 150.000 guru. Setiap penerima memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester.