Pertandingan ini juga menjadi momen pulang kampung bagi penyerang veteran Haiti, Frantzdy Pierrot.

Pierrot tumbuh besar dan menempuh pendidikan di Melrose, Massachusetts, setelah pindah dari Haiti pada usia 11 tahun.

Mantan pelatihnya di Melrose High School, Dean Serino, mengungkapkan rasa bangga melihat mantan anak asuhnya tampil di level tertinggi.

"Seperti dia pulang ke rumah lagi," kata Serino.

Serino mengenang Pierrot sebagai atlet berbakat dengan fisik kuat yang sulit dihentikan lawan.

Mantan rekan setim yang kini menjadi asisten pelatih di Melrose, Anthony McElligot, menyebut Pierrot selalu berlatih keras sejak sekolah.

"Dia bekerja sangat keras—bangun jam 5 pagi untuk berlatih sebelum sekolah. Kapan pun dia pergi, dia akan melakukan itu," ujar McElligot.

Kepala pelatih Hartford Athletic, Brendan Burke, yang pernah menjadi asisten pelatih saat Pierrot di Northeastern University, memujinya sebagai pribadi yang ramah namun memiliki daya juang tinggi.

Sebelum turnamen, Pierrot mengunjungi kembali sekolah lamanya di Melrose dan menerima kembali jersi bernomor punggung 14 yang pernah dipakainya semasa SMA.

"Melrose memberi saya segalanya," kata Pierrot.

McElligot mengungkapkan bahwa nomor 14 tersebut menjadi alasan Pierrot mengenakan nomor yang sama di level profesional.

>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Rak Besi Hingga Rp 1,2 Juta

Meskipun bersama tim nasional Haiti ia mengenakan nomor 20, nomor 14 tetap menjadi simbol awal karier sepak bolanya di Amerika Serikat.