Migne sendiri mengaku tidak memiliki rahasia khusus selain meminta pemain bermain dengan sepenuh hati.

Euforia di Dalam dan Luar Negeri

Kembalinya Skotlandia ke Piala Dunia disambut meriah di dalam negeri. Sebuah restoran di Edinburgh bahkan menawarkan taco gratis bagi pendukung yang mengenakan jersi timnas.

Di Boston, komunitas diaspora Haiti menggelar parade budaya dari Copley Square menuju Boston Common. Aksi ini sekaligus menyuarakan solidaritas politik terkait status perlindungan imigran Haiti di Amerika Serikat.

Anggota dewan kota Boston, Ruthzee Louijeune, menyebut momen ini memiliki bobot sejarah dan kebanggaan luar biasa bagi diaspora Haiti.

Ia juga menyoroti tekanan politik yang dihadapi komunitas Haiti di bawah kebijakan administrasi Trump.

Meskipun dalam tekanan, Louijeune percaya Haiti selalu mampu menunjukkan ketangguhan. Ia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan Haiti mampu bangkit di masa-masa sulit.

Kegembiraan serupa dirasakan Serge Duffaut, imigran Haiti di Boston, yang menyebut pertandingan itu sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.

Fredo Ozil, warga Haiti lainnya, mengaku kehilangan kata-kata melihat timnya bertanding.

Ozil menambahkan bahwa situasi politik tidak pernah memadamkan semangat masyarakat Haiti. Ia menegaskan bahwa kehormatan melihat Haiti berlaga di Piala Dunia sudah melampaui hasil akhir di papan skor.

>>> Julian Nagelsmann Pilih Manuel Neuer Jadi Starter Lawan Curacao

Pada pertandingan berikutnya di Grup C, Skotlandia akan menghadapi Maroko pada Jumat, 19 Juni 2026. Sementara itu, Haiti akan menantang tim kuat Brasil pada hari yang sama.