PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memperluas portofolio bisnis ke industri kembang gula. Perusahaan berencana meluncurkan produk permen jeli atau gummy.

Langkah ini diambil untuk menangkap peluang pasar gummy nasional yang diperkirakan mencapai Rp15,2 triliun pada 2026.

>>> Perbandingan Nutrisi Keju Cheddar, Mozzarella, dan Parmesan

ADES akan menambahkan KBLI 10734 (Industri Kembang Gula) ke dalam anggaran dasar perusahaan.

Penambahan klasifikasi tersebut diperlukan untuk kelancaran registrasi dan perizinan produk di BPOM. Produk baru ini mengusung konsep indulgent gummy yang mengutamakan pengalaman rasa dan tekstur.

Manajemen menyatakan bahwa penambahan kegiatan usaha ini sehubungan dengan rencana produksi dan pemasaran produk permen gummy. Hal itu merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha dan diversifikasi portofolio.

Sebelumnya, ADES telah memiliki KBLI 10732 (Industri Makanan dari Cokelat dan Kembang Gula) dan 10739 (Industri Kembang Gula Lainnya).

Namun, produk gummy membutuhkan KBLI 10734 secara spesifik.

Pasar gummy dinilai sebagai segmen dengan pertumbuhan paling menjanjikan di industri makanan dan minuman Indonesia.

Nilai pasarnya diproyeksikan mencapai US$850 juta hingga US$950 juta atau setara Rp13,6 triliun hingga Rp15,2 triliun pada 2026.

Pada segmen tersebut, permen jeli konvensional diperkirakan bernilai US$400 juta hingga US$450 juta. Sementara itu, functional gummies mencatat nilai pasar sekitar US$422,7 juta.

>>> Real Madrid Taklukkan Real Oviedo Dua Gol Tanpa Balas

Pertumbuhan permen jeli biasa diperkirakan memiliki CAGR 4,5% hingga 5,2% per tahun. Functional gummies menjadi kategori yang tumbuh paling pesat dengan CAGR 8,54%.

ADES menargetkan penetrasi produk baru untuk menyerap potensi pasar domestik yang masih terbuka lebar.

Tingginya minat masyarakat terlihat dari maraknya produk impor sejenis yang diterima baik oleh berbagai kelompok usia.