Marc Marquez secara emosional mengungkapkan bahwa ia mengalami masalah saraf pada bahu kanannya akibat pergeseran sekrup pasca kecelakaan.

Kondisi ini membuatnya kehilangan waktu setengah detik per lap di MotoGP 2026.

>>> Piala Dunia 2026: Empat Laga Tersaji pada Hari Ketiga

Pengakuan tersebut disampaikan juara dunia bertahan setelah ia mengalami patah tulang kaki akibat terjatuh dalam Sprint Race MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans pada Sabtu (09/05/2026).

Akibat cedera kaki yang membuatnya dinyatakan tidak fit, Marquez memutuskan memajukan jadwal operasi bahunya agar bersamaan dengan penanganan bedah pada kakinya.

Operasi bahu semula direncanakan setelah seri MotoGP Catalunya.

Masalah fisik ini terungkap melalui video resmi tim saat Marquez berbicara langsung dengan kru mekanik, kepala kru Marco Rigamonti, serta Gigi Dall'Igna di dalam garasi tim pasca balapan.

"Saya tidak mengatakan apapun," kata Marc Marquez sebelum sempat terhenti karena menangis.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada benda asing di dalam tubuhnya yang menjadi sumber utama penurunan performa selama musim ini.

"Ada sekrup yang menyebabkan masalah saraf pada saya. Kadang kambuh," ujar Marc Marquez.

Ketika kru tim merespons bahwa penyebab utama masalah performa sudah dipahami, Marquez memberikan konfirmasi.

"Ya, tapi saya mengerti ini terjadi pada saya. Anda tidak bisa mengendarai motor… Terus-menerus.

Saya tahu ini terjadi," kata Marc Marquez.

Marquez menambahkan bahwa letak sekrup yang dipasang pasca kecelakaan di Indonesia pada musim 2025 telah berpindah tempat, sehingga menekan jaringan saraf lengan kanannya.

"Itulah mengapa operasi sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya. Saya mengendarai motor dengan satu setengah lengan.

Mereka harus mengeluarkan sekrup yang patah yang terjadi saat kecelakaan di Indonesia (2025). Mereka melihatnya bergeser," ujar Marc Marquez.