Artan dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Penolakan ini terjadi akibat implementasi kebijakan imigrasi ketat pemerintahan Presiden Donald Trump yang membatasi kunjungan warga dari beberapa negara tertentu, termasuk Somalia.

Meskipun sempat diinterogasi selama 11 jam atas dugaan keamanan, ia akhirnya dideportasi cepat dan batal bertugas di turnamen ini.

Kemudian, striker andalan Timnas Irak, Aymen Hussein, sempat ditahan dan menjalani proses interogasi intensif selama tujuh jam oleh pihak imigrasi setibanya di Bandara Internasional O'Hare Chicago.

Walau pada akhirnya Aymen diberikan izin masuk setelah melalui pemeriksaan dokumen dan keamanan yang ketat, insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran tim-tim asal Timur Tengah.

>>> Marc Cucurella Tegaskan Bahagia di Chelsea dan Tepis Rumor Kepindahan

Bagi Omar Artan dan semua orang lain yang menghadapi komplikasi serius untuk masuk ke Amerika Serikat, mungkin mereka merasa belum dibantu.

Janji "dukungan penuh" dari pemerintah AS yang dipuji oleh Infantino dirasa masih menjadi retorika belaka bagi mereka yang tertahan di gerbang imigrasi.

Sikap FIFA dan Pujian untuk Trump

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan imigrasi pemerintah Amerika Serikat.

Menurutnya, keputusan terkait izin masuk tetap berada di tangan otoritas negara tuan rumah.

FIFA telah menghadapi tuduhan bahwa mereka telah kehilangan kendali atas Piala Dunia mereka sendiri.

Bahwa mereka tidak mampu mencapai konsesi nyata dan konkret apa pun dari pemerintahan Trump yang menjadikan kebijakan anti-imigrasi sebagai pilar administrasinya.

Secara terbuka, Infantino pasang badan dan memuji komitmen pemerintah AS dalam mempersiapkan turnamen sepak bola terbesar di jagat raya ini.