PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak bersubsidi jenis Pertalite berjalan normal di seluruh Indonesia pada Sabtu (13/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan konsumsi setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamax.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 14 - 21 Juni 2026

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa stok Pertalite saat ini dalam posisi aman.

Sistem distribusi terintegrasi yang mencakup terminal BBM, fasilitas penyimpanan, armada, dan pemantauan nasional mendukung keandalan pasokan.

"Selain memastikan stok Pertalite tersedia dan distribusi ke SPBU berjalan normal, kami juga melakukan pemantauan real-time terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh wilayah," ujar Roberth.

Infrastruktur energi yang tersebar dari Sabang hingga Merauke memungkinkan perusahaan merespons cepat peningkatan kebutuhan di suatu daerah. Pertamina telah menyiapkan skema penguatan distribusi khusus di tingkat SPBU.

>>> Jadwal Program ANTV Minggu, 14 Juni 2026 Ada Mega Bollywood Mujhse Shaadi Karogi, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri Plus Link

Roberth menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk delapan cabang kantor wilayah (Regional 1-8), terus dilakukan. Langkah antisipatif diambil untuk memastikan layanan energi tetap optimal.

Penyaluran Pertalite tetap mengikuti regulasi pemerintah. Pertamina mengimbau masyarakat bijak menggunakan energi dengan memilih BBM sesuai spesifikasi dan peruntukan kendaraan.

Langkah pengamanan pasokan ini menjadi perhatian publik setelah harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026.

>>> Peralatan Latihan Timnas Inggris Dicuri Jelang Piala Dunia 2026

Sementara itu, harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah.