BAKTI membuka peluang penyesuaian teknis melalui evaluasi berkala bersama sekolah, termasuk opsi pembatasan penggunaan jaringan agar fokus pada jam sekolah.

Tantangan lain adalah stabilitas pasokan listrik lokal. Perangkat telekomunikasi di SDN 001 Payung-Payung sepenuhnya bergantung pada sumber listrik setempat.

"Kadang-kadang rusak bukan karena modemnya tapi karena tidak ada listrik. Barang elektrik kan kalau naik turun dan tidak di-shut down dengan tertib, cepat rusak," tutur Fadhilah.

Dalam kunjungan itu, tim BAKTI juga mengevaluasi titik layanan internet gratis lain di Desa Payung-Payung, termasuk gedung SD, kantor kepala kampung, Pos TNI AL, dan menara BTS 4G.

>>> 4 Shio yang Hidupnya Lebih Baik Setelah 13 Juni 2026

Hasil pemantauan menunjukkan layanan internet BAKTI berdampak positif bagi warga, meski masyarakat masih berharap peningkatan kecepatan untuk mendukung ekonomi, edukasi, administrasi publik, dan hiburan.